Kumpulan Karya Surya Rangga, Permata Yang Hilang
Halimatusadiyah😊
“Permata
Yang Hilang”
Cipt. Rangga
Surya
Untukmu Sahabatku,
kutuliskan kisah kerinduan…….
Disaat kau akan membaca Kisah suci maha
karyaku ini. Kuharap, hanya tuhanlah satu-satunya yang menemanimu untuk membaca kisah dalam lembaran kertas ini,
biarkan ini menjadi kisah yang tersimpan di memorimu, sesungguhnya di ketika ku
tuliskan kisah ini, disaat itu juga Tercurahnya isi hatiku, biar tuhan tahu
akan Isi Hatiku yang dihari ini. sedang Gundah Tak Menentu. Tuhan, akan menjadi
saksi akan kisah ini. Kisah Permata yang Hilang, Siapapun yang menjadi tokoh utama dalam kisah ini hidupnya
sudah dirundung kemalangan dari sejak kecil, Sahabat... Kalau kau benar-benar
ingin menjadi pemenang di hati ini, ketahuilah sahabat... ketahuilah terlebih
dahulu siapa sebenarnya aku ini dimata Tuhannya…! Wahai Sahabatku, Kini ku
tuliskan karyaku yang Pertama ini sebagai curahan isi hatiku yang sudah lama
membusuk tak tercurah khusus untukmu, perlu kamu ketahui Sahabat, Sebuah Kisah yang terjadi dalam lima
tahun Kebelakang sebelum Kita duduk dibangku kelas sebelas, sebuah kisah yang
di awali dari....
“Munculnya Sang Permata”
Ini
Adalah Kisah Hidup seorang anak yang dalam setiap Sendi Kehidupannya dia tidak
pernah jauh dari tiga perkara, yaitu….
Berkelahi, Penderitaan, dan Kepedihan……
Semua Itu, tak pernah jauh dari setiap
detik kehidupnya, setiap hembus Nafasnya, dan Setiap Alur Langkahnya selalu
diselimuti tiga perkara itu, dan semua jalan untuk Cerahnya Kehidupan telah
tertutup baginya, dia merasa seakan dunia ini adalah tempat yang sangat sempit
Untuk Kakinya Berpijak, waktu ini Terasa sangat singkat. dimana selalu hanya
ada dua pilihan dalam setiap alur Kehidupannya, Diketika ia memegang sebuah
Pilihan Antara Jatuhkan atau dijatuhkan, Pukul atau dipukul, Bunuh atau akan
terbunuh, Iyah atau tidak…..
Sebut
saja Namanya “Pratama” di umurnya yang masih remaja dia dihadapkan dengan
beberapa Alur Kehidupan Yang Maha Sulit, dia adalah salah satu anggota dari
Sebuah Gangster besar di daerah barat yaitu gang S1C, sebuah gang Anak
remaja yang tidak pernah mengenal perdamaian, Hidup mereka selalu berselimut
kegelapan, dalam setiap nafas mereka, setiap langkah kaki mereka, selalu ada
pertempuran antara hidup dan Mati. Tujuan yang mereka kejar dari apa yang
mereka lakukan itu hanyalah kekuasaan dan martabat yang tidak jelas, serta
ambisi untuk memuaskan nafsu dan amarah. tak pernah ada keuntungan dari apa
yang mereka lakukan itu, dan apa yang mereka lakukan itu, telah membuat nyawa
orang-orang disekitar mereka jadi terancam berakhir.
Bahkan,
Nama gangster
itu sudah tercatat di dalam catatan criminal di kepolisian daerah barat. Dan bahkan Sudah ada dua Orang dari anggotanya yang telah
menjadi tahanan di kepolisian. Usia Pratama masih sangatlah muda, dua belas tahun.
Tubuhnya Pendek dan Sekal, akan tetapi
dia disegani teman-temannya.
Semua Itu
karena di Usianya saat masih empat tahun, Ia sudah mampu mengalahkan anak di
atas usianya dengan mematahkan tangannya dalam sebuah perkelahian bebas yang
biasa disebut dengan separing. Sorot matanya tajam dan sikapnya dingin kepada
semua orang dikehidupnya, tapi seperti apapun dia, sekejam apapun dia, Ada dua
perkara yang bias mebuatnya lemah dan layu. yaitu, Ibunya dan
Tangisan
Seorang Wanita, dia sangat turut dan patuh kepada ibunya, dan meskipun Hidupnya
Penuh dengan kedengkian, keburukan, dan gelapnya kehidupan. Dia adalah orang yang anti akan mabuk2an
dan merokok, karena menurutnya itu adalah hal yang sia-sia dan tak berguna, dia memang membenci sesuatu yang menurutnya itu tidak
ada gunanya.
Dan Sampai saatnya pada suatu
hari di dalam sebuah pertempuran antara Anggota S1C dengan Musuh Terbesarnya Gangster
yang bernama XPENJA. Dalam pertempuran itu S1C mengalami kekalahan yang cukup
merugikan, Salah satu teman Pratama yang sekaligus adalah teman terdekatnya yang
bernama “Olan” terluka parah, dia terkena
sabeten sebuah Kattana di kaki kirinya dan langsung dibawa ke rumah sakit
, lukanya itu perlu untuk di amputasi kata dokter, Pratama pun menemani Olan
temannya yang terluka itu dirumah sakit itu satu malam lamanya, dan setelah
pagihari tiba dia menemani temannya dirumah sakit itu, akhirnya dia akan pulang
kerumahnya. Tetapi, baru saja dia keluar dari gerbang rumah sakit tersebut
handphone-nya berdering dia mendapati sebuah panggilan
suara dari salah seorang temannya bahwa ada satu orang anggota dari gang S1C
yang celaka karena terjatuh saat akan menghentikan sebuah truck besar, tubuhnya
terbelah dua tergiles ban mobil dan langsung dilarikan kerumah sakit, Mendengar
hal itu Pratama tidak jadi pulang, dia langsung bergegas mecari rumah sakit
tempat temannya itu dilarikan, tetapi saat pratama sampai ke pertengahan jalan
dia mendapat sebuah pesan lagi bahwa temannya itu tak terselamatkan dia tak
kuat menahan sakit ditubuhnya yang sudah tak serupa tubuh manusia dan meninggal
dunia di tengah-tengah perjalanan menuju rumah sakit. Pratama semakin Bingung
dan Resah, temannya ada yang di amputasi dan sekarang di rumah sakit, dan yang
satu lagi temannya langsung segera di makamkan karena celaka konyol
menghentikan sebuah mobil truck besar, Semua anggota gang-nya hadir
dipemakaman, setelah pulang dari pemakaman pratama membawa teman-temannya
kerumah sakit untuk melihat temannya yang di amputasi itu. Dan tiba disana
mereka semua menyaksikan bahwa Keadaan
tubuh teman mereka sudah tak sempurna dia hanya memilki sebilah kaki saja, Pratama
sangat marah pada dirinya sendiri, dia marah-marah di rumah sakit.
Sambil memegang tangan Olan temannya itu dia mengatakan “Saya janji lan, saya akan
balaskan semua ini, saya akan serang kembali Gang XPENJA untuk membawa
kemenangan bagi gang kita, dan untuk menggantikan kakimu yang hilang ini maka
mereka harus kehilangan sesuatu yg lebih berharga dari pada sebilah kaki, aku
janji.” Tapi, belum sempat ia selesaikan bicaranya, Olan temannya yang kakinya
di amputasi itu memotong pembicaraannya “Boddoh Kamu, kenapa sih kamu gak
pernah sadar Pratama, yang menyebabkan kakiku seperti ini bukan gang xpenja,
tapi kita sendiri, ini adalah hukuman dari tuhan, dan bukan karena kekalahan
dalam pertempuran, dan jamil teman kita yang baru saja jasadnya dimakamkan
adalah contoh, bahwa segala tindakan yang kita lakukan itu tidak dipersetujui
tuhan, tuhan kini meluahkan amarahnya yang sudah lama muak melihat apa yang
kita lakukan dimuka bumi ini pratama, Kapan kalian semua mau sadar, mau sampai
kapan kalian berjalan di lorong yang gelap gulita ini, lihatlah kawan masih
banyak jalan bercahaya yang penuh dengan keberkahan untuk kita pijaki langkah
hidup ini, nafas ini masih sangatlah panjang, mau sampai kapan lagi, Mau sampai
kalian semua seperti aku, Sampai Salah
Satu Anggota Tubuh kalian diambil tuhan. Haaah, jawab guys
jawab…!” Pratama dan semua
teman-temannya yg mendengar kata-kata dari Olan itu langsung bisu takut dan
merasa tak enak hati...
“Enggak-enggak pokoknya ini bukan Karena hukuman atau apapun dari tuhan, ini gak ada sangkut pautnya dengan itu semua,
ini hanya kekalahan yang biasa terjadi dalam sebuah pertempuran. Pokoknya guys kita
Harus serang kembali Gang XPENJA aku tak akan menerima apapun alasannya”…Olan Tampak mengeluh mendengar jawaban dari Pratama, Dan
teman-temannya justru malah turut pada Pratama
walau sebenarnya ada perasaan takut dan
enggan di
hati mereka setelah
mendengar apa yang dikatakan teman mereka Olan. Tapi, justru mereka malah lebih
takut pada amarah dan ambisi
Pratama. Mereka pun
langsung berangkat ke markas dan mengambil senjata tempur sebagian ada yang
memakai Kattana dan sebagian lagi ada yang membawa Gir Motor, klewang, double
stick, dan bahkan cerulit dan kerambit. Pratama langsung menghubungi ketua gang
XPENJA dan menantangnya untuk menyatakan bertempur.
Dan
dalam Pertempurannya yang Kedua kali ini dengan gang XPENJA itu gang S1C
mengalami kekalahan kembali, dan kemudian pertempuran itu terhenti karena ada
pihak kepolisian yang mengetahui kejadian itu yang langsung menghentikan
pertempuran dengan satu hempasan peluru ke udara. Semua
orang yang bersangkutan dan merasa dirinya terlibat dalam pertempuran itu langsung berlarian. Tapi, ada salah satu
dari anggota S1C yang tertangkap
karena Kakinya Cedera dan tak bisa berlari, Pratama dan semua
teman-temannya berlarian tanpa peduli pada temannya yang
tertangkap polisi itu. Pratama pun hanya bisa menyaksikan dari jauh ketika
berlari bahwa tangan temannya diringkus dengan sebuah borgol dan di masukan
secara paksa kedalam mobil hitam putih dengan lampu dan suaranya yang identik
menandakan bahwa itu adalah tanda kekacauan yang sedang terjadi.
Sehari setelah kejadian penuh
dengan kekacauan dan derita
itu, Pratama shock dan
tidak
masuk sekolah dia mengurung diri di kamarnya, dia teringat-ingat terus dengan semua kejadian itu dan
kata-kata dari Olan Temannya. Dan setelah jam pulang sekolah
teman-temannya menengok kerumahnya. “Pratama, ayolah… kau jangan diam saja, apa mungkin lebih baik kita serang
kembali gang xpenja
itu, kita habisi mereka tanpa ampun,
kita itu kan Gang yang paling kuat di daerah Barat. Masa mau terima kekalahan
begitu saja.” Pratama tak menjawab apa-apa, dia bersikap dingin kepada
teman-temannya, dia mengabaikan setiap kata dari teman-temannya. Setelah
kejadian itu, dia hampir tak pernah menemui teman-temannya lagi, di Sekolah dia
tak sedikit pun mendekati
atau mau bicara dengan teman-temannya. Setelah kejadian itu Pratama menjadi
pribadi yang berbeda. Dia
lebih sering melamun, gampang marah, dan sering menyendiri, dan bahkan orang-orang sering menyebutnya si harimau
tua yang terluka hatinya.
Dan Sifatnya yang seperti Itu, telah
berlangsung sangat lama sampai akhirnya, Pada Waktu itu di jam pelajaran saat
di sekolah dia duduk di kursi kayu kantin sekolah Pratama menyendiri dan
melamun, tiba-tiba.
“Akhi... lagi ngapain…? Heeii...?” Namun pratama terlihat bingung ia tak langsung menjawab pertanyaan itu,
dia malah memurungkan wajah tanda bingung. “Eeem, maksud kamu, saya. Kamu Panggil
Saya.” Tegurnya
baru tersadar. ”Ia, Antum, Saya Panggil Antum Akhi.” Pratama Malah Semakin
Memurungkan Wajahnya. “Eeeem. Maaf yah, Nama Saya Bukan Antum atau Akhi Nama saya Pratama”
Jawab Pratama Sambil Garuk-garuk Kepala. “Ooh Iyah, Maaf, Eeee Giniyah Akhi,
Antum Itu adalah Cara Saya Memanngil Seorang lelaki yang belum saya kenali”.
Jawabnya Sambil Tersenyum. “Ooh Gitu, terus ada apa kamu manggil saya...?.” Tanya Pratama dengan mimik muka yang dingin.
“Ooh Enggak, Tadi Anna lihat Antum Ngelamun disini, sekarang udah jam masuk lho
akhi, barusaja bell sekolah
dibunyiin, dan lagi pula ngelamun itu kan dilarang oleh Agama akhi tahu itukan...?” Pratama Malah Merasa Tersinggung. “Ooh,
Jadi Gitu Yaaah, Bu Ustadzah terus saya harus Ngapain Loncat-loncat atau Lari-larian gituh. Haaah, Udahlah kamu gak usah Ikut
Campur Urusan Saya, Mau Saya Masuk Kelas atau
Enggak Kek, itu
Terserah Saya Dong…!” Nafas Wanita Itu Terlihat Berdegup Kencang, hingga Keluar
Sebuah Ucapan dari Mulutnya, dengan tenang Wanita Berkerudung Hitam itu
Mengatakan. “ Iyaaah Akhi, saya Minta Maaf, saya telah berani ganggu hidup Akhi
tapi, sungguh tak lain sebenarnya niat saya Hanyalah ingin mengingatkan Akhi saja, dan
saling mengingatkan adalah Tugas Bagi seluruh Umat Muslim Akhi, dan Jujur Saja,
Saya merasa tak Enak dengan Jawaban akhi yang sederhana tapi sangat menusuk
Tadi. Terimakasih… Assalamu’alaikum.” Dengan mata meneteskan Air Mata Wanita
itu Bergegas meninggalkan Pratama, Pratama merasa bingung dengan kelakuan wanita
tadi, “Siapa Dia yaah,
Anneh… Dari Kelakuannya dia terlihat seperti
orang baru di sekolah ini.
Bikin
Penasaran ajah,
siapa dia ?
Apa Aku Terlalu keras
yaah Sama Dia tadi.
Hhh” (menghela nafas).
Pratama berdiri di samping gerbang sekolah
sampai jam pulang tanpa ada yang menghalangi atau melarangnya bahkan satpam
sekolahpun tak berani melarang tindakannya dan saat semua siswa-siswi
dibubarkan Matanya melarat-lirik seperti Mencari seseorang dan Akhirnya Saat
Keluar wajah Wanita Itu Di Depan Gerbang Pratama langsung Mencegah dan menghentikan
langkahnya. “Heeei. Tunggu-tunggu, Ayo Sini Ikut Aku,” Pratama dengan Keras
Memegang Erat Tangan Wanita itu dan Membawanya ke Sebuah Bangunan yang Sepi
yang Tak Jauh dari Pinggiran Sekolah, yang tempat itu adalah markas Gang S1C. “Heeei,
Mau Ngapain, Lepasin Tangan Saya Lepasin, apasih Mau Kamu Lepasin Aku Lepasiin.”
Wanita itu terlihat Ketakutan sampai akhirnya menangis. “Hei hei, jangan Nangis Nanti Kedenger Orang
lain malah salah sangka lagi.
Hei please-please,
Aku bukan Orang Jahat Kok, Tenang Yah, tenang Kumohon.” Pratama berusaha
Menghentikan Tangisnya. “Terus Kamu Mau apa? Kenapa Harus Bawa aku ke tempat
Seperti ini Aku Takut Aku Mau Pulang.” Tangisnya Sedikit Mereda Tapi dia tetap masih
meringik. ”Oh, Enggak Maaf yah kalo agak terlihat kasar, saya cuman mau Tanya
sesuatu sama kamu please yah gak
usah nangis lagi.”…”Ini Tuh memang Kasar yah, bukan
terlihat kasar,
dan emangnya kamu Mau Tanya Apa kok sampai segininya sih…? dan kenapa coba harus di tempat yang seperti ini, Oh
Iyah Bukannya kamu kan yang hidupnya gak mau diganggu itu dan kamu bilang
hidupmu terserah padamu itu, Sekarang kenapa malah kamu yang ganggu hidup aku ?”
Tegur wanita itu dengan gaya membentak karena kesal. “Iya-iyah maaf yaah aku
waktu itu sedang gak sadar aku hilang kendali Jadi aku mohon maafin aku Yah,
kamu harus tenang.”Jawab Pratama sambil berusaha meredakan amarahnya. “Oooh jadi
gitu yah, tadi pagi kamu marah-marah dan sekarang kamu berlagak sok lembut,
Laki-laki memang semuanya sama yah, Cuman pura-pura lemah dihadapan perempuan.”
Jawabnya dengan bunyi suara agak terlihat marah. “Iyah tapi aku kan udah minta maaf
tadi, masa kamu gak maafin aku sih, Bukannya tuhan itu Maha Pemaafkan.” Pratama
Mengayunkan tangannya mengajak berdamai. “Maaf, kita bukan makhrom Akhi.” Wanita itu malah merundukan
kepalanya. “Oh iyah
maaf, aku lupa, Eeee aku boleh tahu nama kamu enggak siapa nama kamu?” Tanya Pratama sambil menepukan kedua tangannya di depan dadanya tanda
hormat. “Boleh, Tapi nanti”
Wanita itu mengusap air matanya dan dengan tersenyum manis dia bergegas
meninggalkan Pratama sama seperti apa yang dia lakukan saat di kantin. “Heei
mau kemana, Mau Nanti kapan ?” Pratama Berteriak keras menghentikan langkahnya,
sampai wanita itu berhenti sebelum akhirnya hilang dari pandangan mata Pratama,
dia membalikan wajahnya dan tersenyum manis pada Pratama dengan sorot Mata yang
Tajam.
“Astaghfirullah
al’adzim.” Pratama melongok, melihat senyumannya dan mulutnya membisu. “Hehehehe” wanita itu tertawa dengan menutup
mulutnya menggunakan tangan dan hanya terdengar suara nafasnya. Sehingga
membuat Pratama semakin Melongok menatapnya. “Assalamu’alaikum ya Akhi” sahut
wanita itu sambil menundukan sedikit kepalanya namun matanya tetap dengan tajam
menatap wajah Pratama. “Wa, wa, wa wa’alaikumussallam.” Jawab Pratama sambil
terlihat gugup mulutnya. Dan sampai
langkah
wanita itu hilang dari pandangan
matanya,
Pratama langsung senyum-senyum sendiri. “Hh, Sebenarnya Siapa dia ? dia sangat
aneh Semakin bikin Penasaran aja,
tapi ternyata jika kulihat dari dekat wajahnya… Cantik juga, senyumannya sangat manis.
Hh, sepertinya dia juga pinter agama
dan Mungkin, dia bisa bantu aku buat selesain
masalah ini,
Semoga aja
sih.” Pratama semakin penasaran dengan sikap wanita itu, dia berniat mendekati wanita itu karena
dia fikir mungkin akan lebih baik jika masalahnya itu dia selesaikan bersama
orang yang pintar
Agama.
Saat dia akan segera pulang teman-temannya
menghalangi jalannya, dan mereka berkumpul mengelilinginya tidak memberikan jalan. “Wanita yaah memang berat. Hahaha jadi gara-gara
seorang wanita seorang Pratama
bisa berubah
seperti ini, Seorang Pratama
sang harimau tua yang terkenal beringasnya itu yang tatapannya
menakutkan suaranya membuat semua orang tunduk padanya itu, kini telah berubah menjadi
seorang pengecut yang bahkan tidak mempedulikan teman-temannya lagi, Ingatlah Pratama bukankah kita semua sudah mengucap janji, didalam lingkaran
bayangan bulan kita bersumpah
bahwa persahabatan ini harus lebih kuat dari rasa sakit, lebih kuat dari rasa Cinta, dan lebih kuat dari
kepedihan, tak lupuk oleh
panas tak lekang terkena hujan, benarkan Pratama dan kini, apa yang kau lakukan hah, kami baru saja menghadapi sebuah
pertempuran besar dan kau, dimana kau saat teman-temanmu kesusahan ini Pratama, dimana kau saat
teman-temanmu membutuhkan kehadiranmu, kau telah melanggarnya Pratama, kau
sendiri yang pertama
melanggar Perjanjian itu.”
Temannya Geri Memarahinya karena dia tidak ada saat Gang-nya mengadakan sebuah
Pertempuran. Tapi, dengan dingin Pratama menjawab “Yah, Benar aku memang
pelanggar pertama perjanjian itu, tapi setidaknya aku tidak membuat
teman-temanku kehilangan anggota tubuhnya lagi, atau kehilangan nyawanya, Nyawa
ger... nyawa. Pikirkan
itu sekali lagi ger, pikirkan,
dan maaf aku bukan pengecut kalau mau membuktikannya kamu datang ke tempat kita
biasa separing hh” Pratama langsung meninggalkan
teman-temannya tanpa permisi dengan wajah dan tatapan yang dingin. “Pratama… pratama berhenti atau kalau
tidak…” temannya Geri membentak
keras sampai menghentikan langkahnya. Pratama pun langsung berbalik arah dengan cepat tanpa ada yang bisa menebak
gerakannya Pratama tiba-tiba tangannya secepat angin mengarah kerah baju geri
dan langsung mencengkramnya dengan erat lalu menyeretnya ke tembok. “ Kalau
tidak apa... hah
?... memangnya
kau bisa apa Geri melepaskan Tanganku saja kau tak mampu. Kau itu lemah Geri
jangan harap bisa melakukan sesuatu
padaku,
Faham seekor tikus tidak akan pernah
bisa mencengkram harimau walaupun harimau itu sedang tidur.”
Pratama berbalik mengancamnya. “Tentu tidak Pratama, kamu salah Besar, kamu
salah Pratama. Aku memang tak sekuat kamu tapi aku punya sesuatu yang dapat
membuatmu tunduk Pratama, Berhati-hatilah Karena seekor tikus bisa menggigit tubuh perkasa sang harimau hingga hancur lebur. ”Geri balik mengancamnya kembali. “Jangan macam-macam kamu Ger, atau nyawamu tak akan
merasa aman lagi hidup di dunia ini. Hh, Pengecut.” Pratama membanting tubuh Geri
temannya itu ke lantai dan langsung meninggalkannya. Setelah
Pratama pergi jauh dari tempat itu teman-temannya berunding tentang tindakan Pratam tadi.
“Guys. Pokoknya kita gak bisa tinggal diam kita harus segera melakukan sesuatu,
kita harus buat Pratama jauh dari wanita
sok Alim itu.” Sahut Geri mengeluarkan pemikirannya.
“Bener Ger, gara-gara peremuan itu Pratama jadi berubah seperti itu, tapi kita
harus ngelakuin apa ger?”
jawab dari anggotanya. “Pertama,
kita harus Culik Wanita itu
dulu,
siapa yang tahu info
tentang wanita itu kita butuh informasi
tentang dia.” Tegur
Geri dengan Nada suara yang tinggi.
“Apa… Culik,
Kamu gila
Ger apa itu gak keterlaluan, itu udah kelewatan ger.” Sahut Imon temannya karena kaget mendengar apa yang
dikatakan Geri. “Kenapa...? kamu takut, kalo mau jadi penakut sana
Pergi jadilah penakut seperti si Pratama itu, dan mulai hari ini Akulah Panglima Gang ini, Aku yang
akan memimpin dan Memerintah
Kalian,
dan kalo ada yang gak setuju siahkan maju segera tuntaskan. Hahahaha.” Geri tetawa lepas seperti
baru mendapat kunci untuk surganya, karena sebenarnya sudah lama geri benci
sama Pratama dan ingin menggantikan Posisinya sebagai panglima Gang. *
“Mata
Hati Yang Buta”
“Mah, Pratama mau
berangkat, Sarapan Pratama mana Mah?” Teriak Pratama
pada ibunya. “Wah wah, ada apa nih
anak Mamah kok keliatannya Semangat sekali hari ini, Ada apa ayo cerita sama
mamah, mamah Jadi seneng deh lihatnya daripada kemarin, wajahmu Masam Sekali,
ayo ceritakan apa yang membuatmu senyum-senyum seperti ini.” Tanya Ibunya Merayu.
“Ooh gak ada Apa-apa kok mah, Pratama cuman lagi enakan ajah hari ini.” Jawab Pratama menyembunyikan sesuatu. “Ya
udah, kalo kamu gak mau cerita Sama Ibu, tapi jangan harap kamu akan ibu kasih uang saku untuk hari ini.” Ibunya mengancam. “Loh kok bisa gitu sih Mah,” Rintih Pratama
Ketakutan “Yah itu sih terserah kamu.”…”Oke oke Mah Pratama Bakalan Cerita,
tapi nanti yah kalo Pratama sudah pulang Sekolah!!”…”Ok… Janji.” Jawab Ibunya
Sambil memberi Jari kelingkingnya Tanda Sebuah perjanjian. “Janji.” Pratama
membalas dengan Pasrah dan memberikan jari kelingkingnya. “Ya Udah Pratama
Berangkat Dulu Yah Bu” …”Iyah Hati-hati yah nak!”…”Iyah Assalamualaikum Bu…”
Sahut Pratama Sambil Merangkul Tas Sekolahnya. “Wa’alaikumsalam” jawab ibunya dengan sebersit senyuman di wajahnya.
Triing triiing, suara bell berbunyi🔔
Semua anakpun masuk ke kelasnya masing-masing

Komentar
Posting Komentar